Izin Trofeo Persija Tergantung Sikap Jakmania saat Final Piala Bhayangkara

JAKARTA – Sudah satu tahun lebih 208 hari Persija Jakarta tidak bermain di Stadion Utama GBK, Senayan, Jakarta. Laga kandang kandang terakhir Macan Kemayoran berlangsung di ISL 2014 saat menjamu Barito Putra. Setelah itu The Jakmania tidak lagi bisa menyaksikan tim ibu kota bermain di rumah sendiri.  Meski bermain di tiga turnamen, Piala Presiden, Piala Jendral Sudirman, dan Piala Bhayangkara, Persija selalu gagal. Ismed Sofyan dan kawan-kawan belum cukup kekuatan menembus semifinal yang menawarkan potensi bermain sebagai tuan rumah.  Tidak heran bila dahaga Jakmania membuncah. Konser tim berlambang Tugu Monas itu sudah sangat dinanti. Trofeo Persija pada 9 April 2016 nanti diharapkan jadi kegiatan yang diharapkan kelangsungannya. Tapi agenda itu bisa tertunda atau malah gagal. Sebab, Polda Metro Jaya menangguhkan izin keramaian yang sudah didapatkan Persija, dua pekan lalu.  Izin keramaian akan kembali dikeluarkan setelah final Piala Bhayangkara 2016, Minggu 3 April 2016. Hal itu ditambah syarat final Piala Bhayangkara yang mempertemukan Persib Bandung melawan Arema Cronus berlangsung lancar. Durasi bisa disebut lancar adalah sebelum, saat, dan setelah, final tidak muncul keributan atau kerusuhan antarfans di Jakarta.  Bila sedikit kericuhan saja terjadi, seperti final Piala Presiden, alamat buruk buat Persija. Mungkin, dua hingga tiga tahun ke depan Persija tidak bisa bermain di Jakarta. Pasalnya selain izin keramaian yang ditinjau secara seksama, kompleks GBK juga akan direnovasi untuk Asian Games 2018.  “Keputusan izin keramaian buat Persija baru bisa dikeluarkan setelah tanggal 3 April 2016. Tapi itu juga kondisional dengan melihat sikap fans Persija saat final Piala Bhayangkara,” kata salah seorang panpel pertandingan Trofeo Persija yang enggan disebutkan namanya.  Karena itu manajemen klub mengimbau Jakmania dan segenap pendukung Persija lainnya untuk berlaku wajar. Tindakan kriminal akan sangat mempengaruhi pihak kepolisian. Bahkan tindakan kriminal termasuk lewat provokasi di media sosial. Hadirnya Aremania di final, sebagai sekutu Jakmania, diharapkan tidak menjadi alasan Jakmania berbuat gegabah. * BERITA TERKAIT Persija Dipastikan Ganti Pelatih untuk ISL 2017 394 0 Bang Yos Sentil Jakmania dan Prihatin Melihat Kondisi Persija 330 0 Laga Kandang Terakhir, Persija Patok Hasil Sempurna 176 0 PSM dan PBFC Melonjak ke Papan Atas, Persija Peringkat ke-13 278 0 Pelatih Persija Beri Prediksi Skor Indonesia vs Singapura, Ini Tebakannya 500 0

Sumber: TopSkor ID