Euforia fans Prancis, Blokade Jalan, Bakar Petasan

BERITA TERKAIT MU, Inter, Fiorentina, di Grup Enteng Gilang Bogy, Anak Muda Indonesia di Balik Potret Penggawa Timnas Jerman Antoine Griezmann Raih Golden Boot Menangi Piala Eropa, Portugal Kandaskan Mimpi Perancis indopos.co.id – EUFORIA fans Prancis di Lyon tak bisa dibendung. Polisi yang bertugas di arena fan zone akhirnya hanya bisa membiarkan suporter merayakan pesta kemenangan Les Bleus, julukan Prancis. Begitu wasit Nicola Rizzoli meniup peluit akhir, spontan ribuan suporter bersorak. Teriakan Oui (ya)…Oui…Merci Rizzoli pun berkumandang. Suporter tuan rumah lega. Peluit panjang yang ditiup wasit asal Italia itu memastikan langkah Prancis ke final. Sebelumnya, teriakan Merci Rizzoli juga terdengar saat dia memberikan hadiah penalti buat Prancis pada menit ke-45. Setelah meninggalkan fan zone, pesta pendukung Prancis berlanjut di jalanan. Ribuan suporter memblokade perempatan Rue de la Republique. Di sana, suporter tak hanya berpesta dengan menari dan menyanyi. Mereka juga menyalakan petasan dan membakar flare. Asap biru dan merah langsung mengepul saat seorang suporter menyalakan flare. Ribuan suporter yang melihat langsung bersorak sembari meneriakkan Allez Les Bleus…Allez Les Bleus. Karena perempatan diblokade suporter, kendaraan yang akan lewat pun harus tertahan. Tapi, ada seorang pengendara motor besar yang nekat menerobos. Sambil memainkan gas dan membunyikan klakson, pengendara itu meminta suporter memberi jalan. Tak pelak, suporter yang merasa pestanya terganggu langsung melempari pengendara nekat tersebut dengan botol air mineral. ’’Jangan ganggu pesta kami,’’ teriak salah seorang suporter sambil melempar botol. Polisi sebetulnya berada tak jauh dari lokasi. Namun, mereka hanya melihat dan tak mengambil tindakan apa pun. ’’Kalau suporter mulai anarkistis, polisi baru mengambil tindakan,’’ kata Sarah Tazit, staf media center fan zone. Meski demikian, penjagaan di pintu masuk Metro atau stasiun bawah tanah tetap diperketat. Suporter dan warga yang akan naik kereta langsung dicegat dan ditanya soal tiket. Jika tak bisa menunjukkan tiket, mereka diminta membeli di mesin penjualan tiket. Petugas, tampaknya, belajar dari laga sebelumnya. Saat itu banyak suporter yang menerobos pintu masuk Metro tanpa membeli tiket. (*/c23/ca)

Sumber: Indopos