Bekasi Bangun Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Rimanews – Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menggandeng swasta membangun pembangkit listrik di lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sumurbatu. Kapasitas listrik yang mampu dihasilkan 29,2 megawatt (MW). Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi menjelaskan, wilayahnya merupakan Kota ketiga Dunia, setelah Amerika Latin dan India, dengan masalah penumpukkan sampah. Sehari, Kota Bekasi menampung menampung sampah 1500 ton, dan dari DKI Jakarta (TPST) Bantargebang 6.000 ton. Baca Juga Pemprov DKI Akui Terlambat Bangun ITF Sampah Mangkrak 4 Tahun, DKI Janji Lanjutkan Pengelolaan Sampah Canggih Kata Presiden Jokowi soal “om telolet om” “Kami mengandeng pihak ketiga untuk menyelesaikan masalah sampah di Kota Bekasi,” terang Rahmat Effendi, pada acara peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di TPA Sumurbatu, Kota Bekasi, Rabu (10/06/2015). Menurutnya, jika PLTSa berjalan efektif maka akan mengurangi biaya pengolahan sampah selama ini hingga Rp 5 miliar. “Sudah dihitung dengan asumsi penghematan anggaran dapat dilakukan,” katanya. Direksi Nusa Wijaya (NW) Abadi Industries Group, Teddy Sujarwanto mengatakan, menerima kerjasama dengan pemerintah Kota Bekasi karena proyek tersebut sangat bermanfaat bagi lingkungan dan masyarakat. “Nilai investasi tahap awal sebesar Rp 130 miliar,” katanya. Teddy menjelaskan, PLTSa dibagi dalam beberapa bagian instalasi. Pada tahap awal, akan dipasang dua unit mesin pengolah sampah menjadi listrik. Mesin tersebut masing-masing berkapasitas produksi 2,3 MW dari hasil mengolah 384 ton sampah per hari. Tahap kedua, perusahaannya akan menambah enam mesin pengolah sampah masing-masing berkapasitas 2×2,3 MW, 2×4 MW, dan 2×6 MW. Sehingga total produksi listrik sampah di TPA Sumurbatu nantinya mencapai 29,2 MW dari bahan baku 2.450 ton sampah per hari. Untuk pemasangan mesin pembangkit membutuhkan waktu cukup lama, satu unit pertama sekitar sembilan bulan, unit kedua butuh waktu pemasangan 12 bulan, unit tiga akan selesai dalam 15 bulan, unit empat rencananya selesai dalam 18 bulan, sementara unit lima hingga delapan enam bulan berikutnya. Target instalasi mesin selesai paling cepat 42 bulan ke depan. PLTSa akan menghabiskan sampah di TPA Sumur Batu dalam waktu 15 tahun ke depan, dengan asumsi tidak aktivitas pembuangan. “Hal itu bisa dilakukan jika sampah tidak bertambah,” katanya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : SAMPAH , Pembangkit Listrik Tenaga Sampah , Peristiwa , Nasional

Sumber: RimaNews