Semua bisa jadi striker

Sindonews.com – Persib Bandung pastikan tidak diperkuat striker baru pada laga perdana Indonesian Super League (ISL) musim 2014-2015. Maung Bandung akan menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Si Jalak Harupat Kabupaten Bandung, 2 Februari sore ini. Pangeran Biru tidak akan memaksakan ujung tombak baru meski telah ada pemain yang tengah mengikuti seleksi. Selain Roberto Kwateh, Persib kedatangan Emile Mbamba dari Kamerun. Meski demikian, kekurangan ini diprediksi tidak akan mengurangi kualitas penyerangan. Penyerang Persib, Ferdinand Sinaga mengatakan seluruh pemain bisa menjadi striker. Dalam rangkaian uji coba yang digelar, klub kebanggaan Jawa Barat ini terbilang memiliki lini kedua yang terbilang produktif. “Tidak masalah kita tidak bertumpuan pada striker, kita merasa tidak ada striker, siapapun bisa jadi striker. Jika saya ditunjuk jadi striker di satu sisi pun saya bisa turun sebagai stopper. Siapapun bisa menempati karena kita bisa berputar di setiap pertandingan,” ujar pemain yang mengwali karirnya di Diklat Persib ini. Kurangnya jumlah pemain ketika itu, memaksa ada pergantian di sejumlah posisi. Alhasil ada beberapa pemain yang bisa menjalankan peran berbeda. Begitupun dengan sisi penyerangan yang selalu bergantian namun produktivoitas tetap terjaga. 14 gol dari enam pertandingan di laga pra musim Inter Island Cup, diciptakan di lini tengah. Kapten tim, Atep, menjadi pencetak gol terbanyak bagi Persib dengan tiga gol. Sementara Ferdinand Alfred Sinaga, Makan Konate, Ahmad Juprianto dan Muhammad Ridwan masing-masing mencetak dua gol. “Ada Atep juga ada Tantan, semua bisa jadi striker. Kita tidak bertumpuan dengan satu pemain saja. Itu yang membedakan,” kata dia. Menghadapi Sriwijaya FC di partai perdana, Ferdinand siap dimainkan di posisi manapun. Pemain yang sempat absen dalam uji coiba terakhir melawan Raj Pracha FC ini, mengatakan kondisinya sudah siap tempur. “Jika pelatih memasang saya di ujung tombak, saya selalu siap,” kata dia. ( wbs ) dibaca 825x

Sumber: Sindonews