Semen Indonesia bantu alat berat untuk gempa Aceh

Meureudu, Aceh ( News) – PT Semen Indonesia Tbk memberi sumbangan sebesar Rp500 juta untuk meringankan beban para pengungsi dan korban gempa berkekuatan 6,5 skala richter di Kabupaten Pidie Jaya, dan sebagian Kabupaten Pidie dan Bireuen. Bantuan tersebut secara simbolis diserahkan Direktur Engineering dan Project PT Semen Indonesia Dr Gatot Kustyadji yang diterima Wakil Bupati Pidie Jaya, Said Mulyadi di Meureudu, Sabtu. Selain uang tunai, PT Semen Indonesia juga membantu alat berat berupa satu unit eskavator dan 2 unit dum truck untuk mempercepat proses evakuasi dan pembersihan puing-puing bangunan. Gatot menyatakan, bantuan ini merupakan bentuk kepedulian PT Semen Indonesia kepada masyarakat Aceh, khususnya para korban gempa bumi di tiga daerah tersebut. Dengan adanya bantuan ini diharapkan bisa meringankan beban para korban dan pengungsi yang sampai saat ini masih berada di lokasi pengungsian. Selain itu, PT Semen Indonesia yang ditunjuk sebagai koordinator BUMN Peduli akan menghimpun bantuan sembako dari BUMN-BUMN yang ada di Tanah Air dan selajutnya disalurkan kepada korban gempa. PT Semen Indonesia juga membuka rumah sakit lapangan untuk bedah tulang yang melibatkan 3 dokter alhi tulang, 2 dokter anestisia, dan 19 dokter spesialis. “Rumah sakit itu dipusatkan di Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya dan Sigli, Kabupaten Pidie.Namun tim juga bergerak ke titik tertentu yang membutuhkan,” katanya. Gatot menyatakan, selaesai masa tanggap darurat, PT Semen Indonesia juga akan tetap membantu rehab rekon, di antaranya bedah rumah dan akan menyiapkan 1.000 ton semen yang ditempatkan di Pelabuhan Malahayati, Krueng Raya, Kabupaten Aceh Besar. Ia menyatakan, dengan bantuan ini semua diharapkan dapat meringankan beban warga yang terkena imbas musibah gempa bumi. Sementara itu, data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pidie Jaya, jumlah warga yang mengungsi terus bertambah dan kini sudah mencapai sekitar 43.000 orang yang tersebar di 45 posko pengungsian. Kepala Humas BPBD Pidie Jaya Ridwan mengatakan para korban gempa tersebut tersebar di delapan kecamataan yakni Pante Raja, Bandar Dua, Bandar Baru, Jangka Buya, Tringgadeng, Meureudu, Bandar Baru dan Alee Glee. Daerah terparah diguncang gempa pada Rabu (7/12) adalah Kecamatan Pante Raja, Bandar Dua, Tringgadeng, Meureudu, Bandar Baru dan Alee Glee. “Jumlah korban meninggal saat itu yang sudah terindentifikasi 92 orang dan yang belum teridentifikasi ada delapan orang,” kata Ridwan. Saat ini, tim evakuasi dari Basarnas, BNPB, TNI, Polri, dan unsur masyarawat masih mencari korban yang diduga masih tertimbun rereruntuhan bagunan ambruk guncangan gempa. Tim medis yang terdiri dari unsur dokter dan unsur TNI memeriksa sejumlah korban gempa yang masih berdatangan ke posko kesehatan yakni, halaman Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya dan halamana Kantor Bupati setempat. Editor: Tasrief Tarmizi COPYRIGHT © 2016

Sumber: AntaraNews