Pemainnya Kena Larangan Bermain 2 Tahun, Tim Futsal Papua Barat Kecewa

Manajemen tim futsal PON Papua Barat mengaku kecewa terhadap hukuman larangan bermain selama dua tahun di semua kompetisi yang ditujukan kepada pemainnya, Marselino Waroy, dalam insiden kericuhan saat laga futsal PON menghadapi Maluku Utara September lalu. Kekecewaan ini lantaran tidak adanya komunikasi lebih lanjut dari pihak PB PON maupun Federasi Futsal Indonesia sebelum diputuskannya hukuman tersebut. “Kami belum menerima surat apapun. Belum ada komunikasi lanjutan, tiba-tiba sudah mendapat kabar sanksi yang sayngnya tahu dari media,” kata Ignatius Ever Wahyu, manajer tim futsal PON Papua Barat. Selain itu, Igo, sapaan akrabnya, mengaku masalah kericuhan tersebut sudah selesai pasca pertandingan dan pihak Maluku Utara tidak berniat memanjangkan masalah. “Kami mengakui kalau kami salah dan sudah meminta maaf ke pemain Maluku Utara. Kami juga sudah beri uang santunan ke Satrio June yang terkena 22 jahitan. Masalah sudah clear dan Maluku Utara siap membantu membela kami,” ungkap Igo. Pihak Papua Barat berharap pihak yang terkait mau membantu meringankan hukuman yang diterima pemainnya.

Sumber: Bolalob