Elite politik sendiri kadang lupakan Empat Pilar

Jakarta ( News) – Ketua Badan Sosialisasi MPR Ahmad Basarah mengatakan bahwa pada tataran wacana, sosialisasi Empat Pilar dikampanyekan dengan antusiastis oleh para elite politik, namun kadang mereka lupa nilai-nilai konsesus dasar negara itu. “Ketika mereka terjebak dalam suatu perebutan kekuasaan politik tertentu kadang kala membuat mereka lupa dengan nilai-nilai Empat Pilar tersebut,” katanya dalam sosialisasi di Universitas Terbuka, Bogor, seperti dilansir keterangan tertulis, Selasa. Basarah mengatakan, salah satu momen yang sering membuat elite politik melupakan konsensus nasional nilai-nilai luhur Pancasila, UUD 1945 dan Bhinneka Tunggal Ika adalah saat pemilihan presiden dan pemilihan kepala daerah dua dan empat tahun lalu. “Elite politik dan berbagai kelompok masyarakat banyak yang terjebak mengkampanyekan isu anti SARA atau setidak tidaknya mendiamkan kampanye anti SARA tersebut terjadi,” katanya. Demikian juga dalam pilkada DKI Jakarta, lanjutnya, isu SARA mendominasi seputar pemilihan Cagub dan Cawagub DKI daripada kompetisi gagasan dan program untuk membangun Jakarta. Padahal konsensus dasar dalam Pancasila sudah sangat jelas bahwa dalam negara Pancasila tidak menoleransi ketidakadilan yang bersifat diktator mayoritas atau tirani minoritas. “Juga mengenai segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan telah dijamin pasal 27 ayat (1) UUD NRI Tahun 1945 yang dilaksanakan dalam rangka menegakkan nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika,” kata Basarah. Ia menegaskan, aksi-aksi diskriminatif atas nama ikatan primordial seperti suku, agama, ras dan golongan sebenarnya tidak lagi relevan ketika dibenturkan dalam konsep berbangsa dan bernegara. “Loyalitas primordial hendaknya sudah berubah menjadi loyalitas nasional ketika bersepakat membentuk negara,” ujar politisi PDIP itu. Editor: Jafar M Sidik COPYRIGHT © 2016

Sumber: AntaraNews