Dua Wanita Kakak Beradik Ditemukan Tewas di Kamar

DEPOK (Pos Kota) – Malam perayaan wafatnya Isa Al Masih, warga Pancoran Mas digemparkan dengan penemuan sosok dua jenasah perempuan kakak beradik sudah terbujur kaku di kamar tidur rumahnya Jalan Melati Raya No.5, RT.5/5, Depok, Kamis (24/3) malam. Deborah Sianipar,30, dan Zeni Sianipar,29, pertama kali ditemukan tewas oleh bapak korban Sianipar yang langsung menghubungi istri dari anak tertua. Mereka langsung mendobrak kamar tidur terkunci melihat kedua putrinya sudah meninggal. “Pada saat ditemukan posisi kedua korban masing-masing dalam keadaan terlentang di atas kasur tempat tidurnya,”ucap Kapolsek kepada Pos Kota di lokasi kejadian. Kapolsek menjelaskan kronologis korban Zeni selepas pulang kerja pukul 10:00, sempat bilang ke bapak untuk jangan diganggu mau istirahat berdua dengan sang kakak. Namun setelah itu hingga sore menjelang bapak korban curiga lalu langsung menghubungi istri dari anak pertama datang ke rumah langsung mendobrak pintu kamar yang terkunci dari dalam. “Pada saat ditemukan keadaan rumah sedang ada bapak korban. Hanya pintu kamar korban terkunci dari dalam dan harus didobrak dengan disaksikan Ketua RT. Setelah itu melihat kedua korban sudah tidak bernyawa,”katanya. Pihak keluarga sempat menghubungi dokter di sekitar rumah untuk memeriksa keadaan korban. “Diketahui korban baru meninggal dua jam dari ditemukan pukul 17:00. Penyebab pasti belum dapat diketahui, namun dugaan sementara korban mengalami sakit,”tuturnya. Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Zeni merupakan salah satu alumnus D3 Politeknik Negeri Jakarta. Perubahan sikap kedua korban diketahui setelah meninggalnya ibu korban pada 2011. Lalu sang bapak kembali menikah. “Pihak keluarga menjelaskan Zeni mempunyai sakit Tipus. Kedua korban seperti saudara kembar, sehingga bisa saling merasakan hal yang sama sehingga ikut meninggal bersamaan,ucapnya. Hadi,45, sopir kakak ipar korban menambahkan kedua korban dikenal tertutup dalam keluarga. “Korban merupakan adik dari majikan saya Darma anak tertua dari bapak T.Sianipar yang bekerja di Bank Panin Jakarta. Pada saat ditemukan kedua korban menggunakan pakaian lengkap yang satu melintang menggunakan rok dan satunya celana panjang posisi keadaan terlentang,”ujarnya. “Kedua korban yang sangat dekat mempunyai bantin yang kuat seperti anak kembar. Semenjak bapaknya menikah lagi korban lebih pendiam dan tertutup,”tambahnya. Sementara itu Kapolresta Depok Kombes Dwiyono mengatakan untuk menyelidiki sebab pasti kematian kedua jenasah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk di visum forensik. “Benda-benda seperti dua cangkir teh manis sudah diminum, obat minyak kayu putih, vitaman C, serta obat lotion, dan sobekan-sobekan kerta yang telah dibuang korban ke tempat sampah dibawa petugas identifikasi untuk diperiksa di lab porensik untuk diteliti,”ungkapnya. (Angga)

Sumber: PoskotaNews