Alfred Riedl dan Mimpi Ketiga yang Dibenci

JAKARTA – Tak perlu ada tangis, tetapi tak perlu juga ada tawa. Kondisi sepak bola Indonesia masih payah, masih sama seperti tahun 2010 dan tahun 2014 lalu.  Ada emosi yang mencekam sekaligus terhalusinasi, pada penyelenggaraan Piala AFF yang dulunya dikenal dengan Piala Tiger itu.  Alfred Riedl karenanya kembali. Pria asal Austria masih menyimpan misteri. Misteri yang tak pernah bisa diselesaikan, kecuali dirinya berhasil memberikan memberikan gelar juara. Tanpa kepastian juara, buat apa juga Riedl kembali ke Indonesia.  Kepastian itulah yang ingin ia buktikan. Semoga pula ini bukan penyanderaan. Mimpi yang ketiga dihiasi bumbu benci. Tetapi kebencian bisa pula jadi daya. Letupan yang membuat Indonesia bisa meraih prestasi di Gugusan Kepulauan Asia Tenggara.  “Riedl itu disiplin, pekerja keras. Kondisi saat ini memang agak berat untuk juara, tetapi bukan tidak mungkin. Riedl punya kualitas untuk membawa tim ini juara. Kisah tahun 2010 yang hanya selangkah lagi, bisa terulang bahkan diperbaiki,” kata Maman Abdurrahman.  Bek yang tampil di Piala AFF 2010 itu pun realistis. Saat ini pemain Indonesia sedang berusaha bangkit dari kekakuan yang menggeluti otot dan otak. Daya tahan sekaligus daya sadar coba dibangkitkan. Daya-daya ini tak boleh menjelma jadi kebencian.  Jika kau misteri, hai Alfred Riedl, perbaikilah catatanmu. Perbaiki citramu. Perbaiki kelakuan pelaku sepak bola ini yang sering kali arogan. Maaf kisah-kisah lalu. Jangan jadikan ini sanderaan.* BERITA TERKAIT Kemenpora Terbitkan Surat Rekomendasi Kongres PSSI di Bandung 32 0 Ini 107 Pemilik Suara Kongres PSSI di Bandung yang Akan Tentukan Nasib Persebaya 182 0 PSSI Tetapkan Hotel Aryaduta Bandung Sebagai Tempat Kongres pada 8 Januari 2017 131 0 Ikut Majukan Sepak Bola Nasional, Divif 2 Kostrad Gelar Turnamen U-15 118 0 5 Fakta Menarik Ezra Walian, Pemain Timnas Belanda U-17 yang Ingin Berkostum Indonesia 847 0

Sumber: TopSkor ID