8 Gurandil Tewas Tertimbun Longsor

BOGOR (Pos Kota) – Delapan penambang emas liar (Gurandil) di area pertambangan emas PT Antam tewas tertimbun longsor Rabu (2/4) malam. Jenasah para gurandil baru diketahui titiknya Kamis (3/4) sore. Evakuasi dilakukan petugas hingga malam. Jenasah para gurandil lalu dibawa keluarga ke Sukabumi guna dimakamkan. Kapolsek Nanggung, AKP Nyoman Suparta saat dikonfirmasi menuturkan, delapan gurandil tertimbun longsor sedalam 40 meter. Saat sedang menggali lubang, hujan deras turun. Air lalu masuk kedalam lubang. “Saat air meninggi dalam lubang, mereka berusaha keluar. Tiba-tiba tanah turun dan menimbun mereka,”kata AKP Nyoman, Jumat (4/4) siang. Delapan gurandil diidentifikasi bernama, Maman 50, dan anaknya Iding 20, dan Yayan 28, warga Lebak Duhur RT 05/03 Desa Cianaga Kecamatan Kabandungan Kabupaten Sukabumi, Jana 32, warga Kampung Padegegang RT 08/03 Cianaga Sukabumi, Amir 52, warga Kampung Jaban RT 04/05 Cianaga, Ahmad 28, warga Kampung Cilangsing RT 04/04 Cianaga, Dedi 31, dan Nurdin 20, warga RT 07/03 Cianaga Sukabumi. AKP Nyoman mengaku, keberadaan gurandil asal Sukabumi di area tambang emas PT Antam ini dengan melewati jalan tikus diperbatasan antara Bogor dan Sukabumi. “Diduga mereka masuk kearea ini malam. Walau manajemen PT Antam sudah melakukan patroli rutin bersama petugas, namun gurandil selalu punya cara untuk masuk. Karena banyak jalan tikus dari Sukabumi, maka para penggali emas liar ini bisa menembus masuk,”papar Nyoman. Semua jenasah gurandil sudah dibawa keluarga dan dimakamkan Kamis malam. Keluarga tidak mau dilakukan otopsi medis. (yopi/sir)

Sumber: PoskotaNews