Patrich Wanggai dan Janji yang Belum Terwujud untuk Papa di Surga

Gol yang diciptakan Patrich Wanggai ke gawang Persib Bandung pada Kamis (2/3/2017), sangat berarti bagi penyerang asal Papua tersebut.
Selain membuka peluang Pusamania Borneo FC (PBFC) II lolos ke final Piala Presiden 2017, gol tersebut didedikasikan Wanggai sebagai kado untuk mendiang ayahnya yang berulang tahun pada hari ini. Ayah Wanggai, Benyamin Wanggai, meninggal pada 1 Oktober 2011 akibat penyakit kanker.
Kepergian Benyamin hanya berjarak satu bulan sebelum Wanggai tampil bersama tim nasional U-23 di SEA Games XXVI pada November 2011.
“Saya bersyukur kepada Tuhan Yesus atas gol ini. Gol kemenangan ini saya tujukan untuk papa di surga. Soalnya papa berulang tahun pada hari ini,” kata Wanggai kepada Kompas.com.
Dalam wawancara dengan Kompas.com pada 2011, Wanggai menceritakan bahwa dia sempat mendapatkan larangan dari ayahnya untuk bermain sepak bola. Namun, kecintaan penyerang dengan tinggi 174 cm terhadap sepak bola begitu besar membuat Benyamin luluh.
“Papa suruh aku kuliah. Tapi namanya udah cinta sama sepak bola, jadi tetap mau main bola. Mama juga agak larang. Cuma aku ngomong ke Mama sama Papa, jadinya diizinin terus main bola,” ungkapnya.
ADEK BERRY / AFP Penyerang tim nasional Indonesia, Patrich Wanggai (kiri) merayakan golnya setelah membobol gawang Thailand pada pertandingan SEA Games di Jakarta, 13 November 2011. Indonesia menang 3-1 atas Thailand.
Saat itu, Wanggai berambisi membawa Indonesia meraih medali emas yang akan dipersembahkan untuk ayahnya.
Wanggai kemudian berupaya keras mewujudkannya impiannya tersebut. Penyerang kelahiran Nabire pada 27 Juni 1988 tersebut menjadi mesin gol tim Merah Putih dengan torehan lima gol, hanya terpaut satu gol dari pencetak gol terbanyak SEA Games yakni Lamnao Singto (Laos).
Penampilan apik Wanggai mengundang pujian dari pelatih Rahmad Darmawan.
“Kaki kanan dan kiri yang sama-sama hidup. Kita sudah lama tidak punya penyerang seperti dia (Patrich). Jika terus konsisten dan mau belajar, saya bilang dia akan jadi striker top Indonesia,” kata pelatih yang akrab disapa RD tersebut.
Namun, Wanggai gagal “mengawinkan” penampilan impresifnya tersebut dengan medali emas. Meskipun Indonesia lolos ke final, pasukan Rahmad Darmawan gagal menjadi juara karena kalah adu penalti dari Malaysia. Kedua tim melakoni tos-tosan karena bermain imbang 1-1 .
Kesempatan Wanggai memberikan kado juara bagi ayahnya terbuka lebar pada Piala Presiden 2017. PBFC II menang 2-1 atas Persib pada semifinal pertama yang digelar di Stadion Segiri Samarinda tersebut.
Wanggai menjadi pahlawan kemenangan dengan gol yang dipersembahkannya pada menit ke-66. Pemain yang dijuluki Nicolas Anelka dari Indonesia ini mengemas gol dengan memanfaatkan tendangan bebas Asri Akbar.
Gol Wanggai ini menyempurnakan penampilan Pesut Etam yang mampu unggul terlebih dulu lewat aksi Reinaldo da Costa (14′), sebelum Persib sempat menyamakan kedudukan lewat gol tandukan yang dikemas Vladimir Vujovic (44′) .
Dengan kemenangan ini, Wanggai dan kawan-kawan hanya butuh minimal hasil imbang pada leg kedua untuk meraih tiket final. Sementara Persib membutuhkan kemenangan 1-0 atau minimal berselisih dua gol untuk menyingkirkan PBFC II.
Kedua tim akan kembali bertanding pada semifinal kedua di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (5/3/2017).
“Ya pasti kami berusaha yang terbaik untuk masuk ke final,” tutur Wanggai.

cookiecoogan.com dewa99 Sumber: Kompas.com