#KlipingPR Gagal Juara, Persib Kebagian Rp 25 Juta

Saat itu, Persib Bandung gagal menjuarai Divisi Utama Perserikatan PSSI 1991/1992. Namun meskipun gagal juara, ‘Maung Bandung’ masih mendapatkan bagian dari keuntungan penjualan karcis.
Sebagai tim semifinalis, Persib mendapatkan bagian Rp 25 juta. Jumlah yang sama yang juga didapat Persebaya Surabaya.
Sementara juara Divisi Utama Perserikatan PSSI saat itu, PSM Ujungpandang mendapatkan Rp 30 juta. Sama dengan yang didapatkan PSMS Medan. Adapun PSDS Delu Serdang, dan Persegres Gresik yang masuk enam besar mendapatkan masing-masing Rp 6 juta.
Ketua panitia pelaksana Divisi Utama Perserikatan PSSI 1991/1992 Ali mengatakan pemberian nominal tersebut dilakukan berdasarkan ketentuan. “Hasil keuntungan (penjualan karcis-red) memang akan dibagi kepada peserta yang masuk putaran enam besar. Selain itum Komda PSSI dari keenam tim itu juga mendapatkan keuntungan,” ungkapnya.
Adapun diketahui, hasil penjualan karcis selama putara enam besar kompetisi Divisi Utama Perserikatan 1991/1992 secara keseluruhan mencapai Rp 823.536.000. Sementara biaya yang dikeluarkan selama penyelenggaraan mencapai Rp 493 juta. Dengan begitu, keuntungan yang diraih panitian penyelenggara adalah sebesar Rp 330 juta.
Dari jumlah keuntungan tersebut, jumlah yang diberikan kepada tim peserta dan Komda PSSI adalah sebesar 55 persen atau sekitar Rp 155 juta. Adapun sisanya sebesar Rp 145 juta masuk ke kas PSSI.
Diakuinya, penghasilan putaran enam besar kali ini memang menurun dibandingkan sebelumnya. Pada kompetisi sebelumnya diraup keuntungan total sebesar Rp 1,271 miliar. Adapun hasil yang diperoleh pada pertandingan final sebelumnya sebesar Rp 507 juta, dimana mempertemukan Persib Bandung melawan Persebaya.
Sementara final kali ini, mempertemukan PSMS Medan kontra PSM Ujungpandang hanya menghasilkan Rp 129 juta.

cookiecoogan.com togel indonesia Sumber: Pikiran Rakyat