Inggris dan Swiss Resmi Jadi Anggota Bank Kreditur Bentukan China

Monexnews Menteri Keuangan China akhir pekan lalu memastikan Inggris dan Swiss sebagai anggota pendiri Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB). Keduanya menyusul Brazil, yang beberapa saat sebelumnya sudah bergabung dengan bank kreditur pesaing World Bank dan Asian Development Bank itu.

Dalam pernyataannya di situs resmi pemerintah, Menteri Keuangan Inggris, George Osborne, pekan lalu menyatakan negaranya akan menjadi negara Eropa pertama yang ikut ambil bagian dalam struktur AIIB selain 27 negara lainnya. Negaranegara berkembang yang sudah ambil bagian lebih dulu antara lain India, New Zealand, Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Qatar dan Oman.

Bank Investasi Infrastruktur Asia adalah bank simpan pinjam yang dibentuk oleh China sebagai sumber pendanaan negaranegara yang membutuhkan modal pembangunan. Keberadaannya dianggap oleh Amerika dan sekutunya sebagai alat untuk memperluas pengaruh Tiongkok. Indonesia sendiri sudah bergabung dengan AIIB sejak pertama kali berdiri meskipun absen saat peluncurannya tahun lalu. Menurut China, negara terakhir yang sudah mengajukan proposal untuk bergabung adalah Austria.

Keputusan China untuk mempelopori pendirian bank simpan pinjam ala World Bank dan Asian Development Bank (ADB) sempat tidak mendapat dukungan dari 3 negara besar di kawasan Asia Pasifik. Amerika Serikat bahkan merasa langkah itu tidak perlu karena lembaga kreditur yang sudah ada sekarang mampu mengakomodasi kepentingan anggotanya. Dengan bermodalkan kas awal $50 miliar, AIIB tetap diluncurkan pada tanggal 24 Oktober 2014 di Beijing.

Pihak Amerika Serikat mengklaim keberadaan AIIB hanya untuk menyaingi Bank Dunia dan ADB, yang selama ini memang dikenal sebagai perpanjangan tangan Washington di negaranegara berkembang. Sejak menjadi negara perekonomian terbesar sejagad, Tiongkok memang giat memperluas pengaruhnya di sektor bisnis maupun politik ke negaranegara mitra dagang, salah satunya adalah dengan mendirikan bank kreditur baru. Sikap Amerika mendapat dukungan dari 3 negara besar di Asia Pasifik. Perwakilan dari Australia, Indonesia dan Korea Selatan tidak hadir dalam peluncuran AIIB sehingga memunculkan spekulasi bahwa inisiatif China tidak mendapat support dari negara tetangga. Tetapi perkiraan itu pupus karena Indonesia akhirnya jadi ikut bergabung. China sendiri menjadi penyandang dana terbesar AIIB dengan kontribusi modal awal mencapai 50%. (dim)