Jorge Lorenzo Ingin Ikuti Jejak Valentino Rossi dan Casey Stoner

Jorge Lorenzo saat menjalani tes akhir musim bersama Ducati di Valencia, Spanyol. BERITA TERKAIT Neymar Tak Akan Bunuh Diri Demi Ballon dOr Manny Pacquiao Disarankan Maju Jadi Presiden Filipina Rio Haryanto Urutan ke-12 Daftar Pembalap Terbaik di F1 2016 Bek Tangguh Ini Pilih Tetap Bertahan INDOPOS.CO.ID – Juara dunia tiga kali MotoGP, Jorge Lorenzo, akan mulai menunggangi motor Ducati pada musim 2017. Kini dia mengusung misi mengikuti jejak Valentino Rossi dan Casey Stoner sebagai pembalap yang pernah menjdi juara dunia di dua pabrikan berbeda. Sebelumnya, pembalap berjuluk X-Fuera itu sudah pernah mengenyam gelar juara dunia MotoGP bersama Movistar Yamaha pada 2010, 2012, 2015. Puas mencicipi karier cemerlang bersama Yamaha, Lorenzo memilih tantangan baru dengan mengikat kontrak bersama Ducati untuk periode 2017-2018. Jika selama dua musim itu bisa merasakan gelar juara dunia bersama Ducati, Lorenzo dipastikan masuk jajaran pembalap elite yang pernah menyabet titel bersama dua tim pabrikan berbeda. Kebetulan, pembalap penguji Ducati, Casey Stoner pernah merasakan hal itu pada 2007 (Ducati) dan 2011 (Honda). Gelar Stoner pada 2007 sekaligus menjadi kali terakhir Ducati merasakan pembalapnya menjadi yang terbaik. “Ini akan menjadi sangat penting karena dalam sejarah hanya ada 5 pembalap yang memenangkan juara dunia di dua pabrikan berbeda dan hanya satu dengan Ducati,” ucap Lorenzo yang telah menghabiskan 9 musim bersama Yamaha dengan koleksi 44 kali podium juara. Lima pembalap yang telah memenangi juara dunia MotoGP dengan dua pabrikan berbeda antara lain Geoff Duke (Norton/Gilera), Giacomo Agostini (MV Augusta/Yamaha), Eddie Lawson (Yamaha/Honda), Valentino Rossi (Honda/Yamaha) dan Stoner (Ducati/Honda). “Ducati dalam beberapa hal seperti Ferrari di roda dua. Mereka memiliki aura magis karena memang desain motor jalanan yang fantastis,” bilang Lorenzo yang berada di posisi ke-8 saat tes pertama dengan Ducati di Valencia. Lorenzo selanjutnya menjalani libur sekitar 2 bulan untuk kemudian mengikuti tes resmi awal musim di Sirkuit Sepang, Malaysia, pada akhir Januari 2017. “Untuk bisa menang dengan pabrikan ini adalah sesuatu yang istimewa, juga para penggemar Ducati mencintai mereknya lebih dari yang lain. Ini tidak terjadi di perusahaan lain, tidak ada,” tandasnya. (ira/JPG)

Sumber: Indopos